Thursday, 17 November 2011

PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP SILABUS


PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP SILABUS

BAB I
PENDAHULUAN

            Ada para pakar yang berkesimpulan bahwa penyebab utama kegagalan program pendidikan adalah akibat dari keanehan-keanehan yang ada antara prioritas administrative dan prioritas pengajar. Para administrator mengontrol jalan masuk dan pengangkatan-pengangkatan. Oleh karena itu, strategi-strategi pengangkatan dan pelatihan mencakup interaksi dengan sistem formal. Para pengajar mengawasi pelaksanaan; strategi-strategi harus dilaksanakan agar melibatkan dan mencakup jaringan-jaringan kerja yang tidak resmi dan cara-cara melaksanakan hal-hal yang terdapat dalam setiap sekolah. Dalam kenyataannya, strategi-strategi pelaksanaan program jarang sekali dapat memuaskan kedua perangkat prioritas tersebut (Parish & Arrends, 1983). Benar atau tidaknya pendapat kedua pakar ini perlu direnungkan dalam-dalam harus diteliti lebih cermat.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.         Pengertian Silabus

            Silabus dapat didefinisikan sebagai “garis besar, ringkasan, ikhtisar atau pokok-pokok isi atau materi belajar’ (Salim, 1987: 98). Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan materi pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Seperti diketahui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditentukan standar kompetensi yang berisikan kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ingin dicapai, materi yang harus dipelajari, pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian standar kompetensi. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan:
Ø  Apa yang akan dikerjakan (standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pembelajaran)?
Ø  Bagaimana cara mengerjakannya (pengalaman belajar, metode, media)?
Ø  Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya (evaluasi atau sistem penilaian)?

            Berdasarkan tersebut dapat dinyatakan bahwa silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indicator pembelajaran pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievalaasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Selain itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi, hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.

1.     Macam-macam manfaat pembangunan silabus.
a.      Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut,
b.     seperti pembuatan rencana pembelajaran,
c.      pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan
d.     pengembangan sistem penilaian.

B.         Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan pengembangan silabus adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) dan Pasal 20 yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 17
(2) sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas kabupaten/ kota yang bertanggung jawab dibidang pendidikan untuk SD, SMP< SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

Pasal 20
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dimuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

2.     Pihak-pihak yang mengembangkan silabus
Ø  Guru kelas/ mata pelajaran,
Ø  Kelompok guru kelas/ mata pelajaran,
Ø  Kelompok kerja guru (PKG/MGMP), atau
Ø  Dinas pendidikan.

No comments:

Post a Comment