SEJARAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN
A. Pendahuluan
Sejak manusia mengenal sistem pendidikan, teknologi pendidikan telah menjadi fondasi bagi jalannya sistem pendidikan dan sudah ada di dunia Islam, seperti di Madrasah Nizamiyah di Bagdad pada pertengahan Islam. Pada masa Aristoteles, misalnya Lyceum-nya dan Akademia, teknologi pendidikan masih dalam bentuk yang sederhana. Selain itu pada Era Skolastik di Barat terkenal dengan sekolah bagi biarawan dan biarawatinya tidak lepas dengan pendidikannya.
Adapun sejak manusia mengenal sistem pendidikan maka mulailah terjadinya revolusi pendidikan. Meminjam term Erick Ashby, (1972) bahwa revolusi pendidikan disebabkan beberapa faktor, diantaranya:
1. Pertama: Pada saat orangtua/keluarga menyerahkan sebagian tanggungjawab pendidikan kepada seseorang yang secara khusus diberi tanggung jawab untuk itu.
2. Kedua: Guru diberi tanggung jawab untuk mendidik.
3. Ketiga: Ditemukannya mesin cetak yang memungkinkan tersebarnya informasi iconic dan numeric dalam bentuk buku atau media.
4. Keempat: Perkembangan pesat dibidang elektronik, media komunikasi (radio, tv, tape recorder dll). Pesan-pesan disampaikan dengan lebih cepat, lebih bervariasi dan berpotensi untuk lebih efisien bagi penerima.
5. Revolusi di atas terjadi, karena adanya masalah yang tidak teratasi yaitu masalah”belajar”
B. Pembahasan
Teknologi pendidikan pada mulanya sekitar tahun 1920-1950 hanya dipandang sebagai media (visual film, gambar dan tampilan). Seiring berkembangnya zaman maka definisi teknologi mulailah berkembang. Dalam berkembangnya zaman itulah defenisi Teknologi Pendidikan memunculkan beberapa pengertian dan tujuan. Adapun definisi Teknologi Pendidikan pada tahun 1970, yaitu suatu cara sistematis dalam mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar dan pembelajaran untuk tujuan yang spesifik berdasarkan penelitian tentang proses belajar, teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar (manusia, nonmanusia) untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan dapat mengakomodasi pengaruh Psikologi Behaviorisme BF. Skinner dan pentingnya penelitian metode dan teknik untuk mencapai tujuanpembelajaran khusus.
Selanjutnya, pada tahun 1972 mendefinisikan bahwa Teknologi Pendidikan sebagai berikut: pertama, suatu bidang garapan yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematis dalam identifikasi, pengembangan, mengorganisasi dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut. Kedua, Menetapkan komunikasi audiovisual sebagai bidang studi, mengembangkan gagasan TP sebagai Profesi. Ketiga, sebagai kontribusi yang diantaranya : (1) Keluasan pemaknaan learning resources,(2) personal instruction dan (3) system approach.
Definisi Teknologi Pendidikan 1977 yang mengartikan bahwa proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia dan Teknologi Pendidikan sebagai suatu teori, bidang garapan dan profesi.
Definisi AECT 1994, “Theory and practice of design, development, utilization, management and evaluation of processes and resources for learning (Seels & Richey)”. Mengokohkan Teknologi Pendidikan sebagai suatu bidang garapan dan profesi yang perlu dilandasi teori dan praktik. Definisi AECT 2004, “Educational Technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using and managing appropriate technological process and resources.”
Dari sekian banyak pengertian Teknologi Pendidikan di atass, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berukut: pertama, TP adalah suatu disiplin ilmu, profesi dan bidang garapan. Kedua, istilah teknologi pendidikan dipakai secara bergantian dengan teknologi pembelajaran. Ketiga, tujuan utama TP” memecahkan atau memfasilitasi masalah belajar dan meningkatkan kinerja. Keempat, menggunakan pendekatan sistem. Kelima, Kawasan Teknologi Pendidikan/Pembelajaran berkaitan dengan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses maupun sumber-sumber belajar. Keenam, Teknologi Pendidikan tidak hanya bergerak di persekolahan akan tetapi dalam semua aktivitas manusia (keluarga, organisasi, perusahaan). Ketujuh, TP diartikan luas: hard tech dan soft tech.
No comments:
Post a Comment