HASIL WAWANCARA SISWA SMA UII YOGYAKARTA
A. Tinjauan Awal Tentang Kasus
Sebelum meninjau tentang kasus, perlu diketahui sebelumnya bahwa siswa yang diobservasi ialah:
Nama : Syaiful Anwar
Usia :17 Tahun
Kelas : II IPS
Seorang siswa SMA UII Yogyakarta kelas II-IPS laki-laki menunjukkan gejala jarang masuk sekolah, sering melanggar tata tertib sekolah, dan prestasi belajarnya rendah.
Siswa tersebut sering membolos, terutama pada mata pelajaran yang dia tidak sukai yaitu Akutansi dan guru yang menurut dia kejam atau galak dalam memberikan mata pengajaran. Dirumah, siswa tersebut tidak mempunyai tempat belajar dan bahkan tidak mempunyai teman kelompok untuk belajar. Ia banyak menghabiskan waktu luangnya untuk bermain-main dengan teman-teman sebayanya yang mana ketika bermain sering lupa akan waktu dan bahkan sampai menjelang pagi atau bergadang sehingga itu menyebabkan ia seringkali terlambat masuk sekolah.
Data lain menunjukkan bahwa siswa yang bersangkutan adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Tiga saudaranya sudah ada yang bekerja dan ada yang sudah masuk perguruan tinggi swasta di Yoyakarta.
Siswa yang bersangkutan sebenarnya tidak disetujui oleh orang tuanya dikarenakan orang tuanya tidak begitu menginginkan jika anaknya masuk di kelas IPS, sedangkan yang diinginkan orang tuanya yaitu jurusan IPA.
Dilihat dari keempat dimensi kemanusiaan sebagai berikut :
· Individualitas : - belajar cenderung rendah
· Social : - suka bergaul yang kurang baik
-suka bergadang/bermain
· Moralitas : -kurang baik
· Religiusitas : -
B. Pemahaman Terhadap Kasus
Kemungkinan Rincian, Sebab, dan Akibat Permasalahan yang Terkadang di dalam Setiap Kasus.
1. Prestasi belajar rendah
Gambaran yang lebih rinci:
- Nilai rapor banyak merahnya;
No comments:
Post a Comment