Nama : Abdul Latif
NIM : 09470101
|
Judul : Nabi
Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager
Penulis :
Muhammad Syafii Antonio
Tebal : 319
Halaman
Terbit :
Cetakan V, Desember 2007
Penerbit : Tazkia Multimedia & ProLM
Centre, Jakarta
|
|
A.
RESENSI
|
|
Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan
mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan
sangat mencerahkan. Buku ini merupakan buku yang luar biasa di dalam mengkaji
perjalanan seorang leadership yang terdapat pada diri Muhammad SAW. Sangat
penting bagi kita umat Muslim untuk tahu lebih dalam dan lebih jauh tentang
Nabi Muhammad SAW, sehingga kita umat Muslim khususnya dapat meladaninya.
Mengenal Muhammad SAW tidak hanya sebatas mengenal beliau sebagai pemimpin
agama saja, melainkan secara keseluruhan dan holistic baik dimensi self
development, sosial, politik, pendidikan, entrepreunership, kepemimpinan
keluarga, atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, keluarga,
dakwah, system hukum, pendidikan dan bahkan dari segi strategi militer..
Selain itu juga jangan memposisikan Muhammad SAW terlalu melangit, tinggi dan
jauh. Sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya, menjadi asing
bagi kita dan tidak bisa ditiru dan dijadikan suri tauladan karena seakan-akan
adanya perbedaan dimensi. Maka dari itu, begitu pentingnya buku ini untuk
lebih mengenal sosok Muhammad SAW dari segala aspek-aspek lainnya dan untuk
lebih memahami beliau selain Rasul yaitu sebagai manusia biasa.
Bagi umat Muslim, cinta kepada Allah adalah suatu hal yang
mutlak. Demikian juga halnya kecintaan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Bahkan
untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada keluarga dan
diri sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Tiga perkara,
apabila ketiga perkara itu ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan
manisnya iman”. Hal ini berarti dengan mencintai dan meneladani Rasulullah
maka kecintaan terhadap Allah dapat terwujud dan berbalas mendapat cinta dari
Allah.
Self development merupakan dasar dari segala bentuk kepemimpinan
yang terdapat pada diri Muhammad SAW yang harus dijadikan tauladan. Karena,
pada intinya kemampuan diri dalam mengendalian hawa nafsu. Mengendalikan diri
atau memimpin diri sendiri ternyata lebih sulit dibandingkan memimpin orang
lain. Sebuah ungkapan mengatakan, “Anda tidak akan mampu memimpin orang lain
jika anda tidak mampu memimpin diri sendiri.” Maka dari itu, pentingnya
menegakkan disiplin atas diri sendiri. Hal ini menjadi sangat penting karena
esensi dari leadership adalah mengenali (recognizing), menemukan
(discorvering), dan mengidentifikasi diri yang sesungguhnya. Leadership
adalah bagaimana seseorang mempunyai kebiasaan proaktif dan kreatif.
Adapun teori kepemimpinan yang dapat ditemukan pada diri Muhammad
SAW. Misalnya, empat fungsi kepemimpinan (the 4 of leadership) yang
dikembangkan oleh Stephen Covey. Konsep ini menekankan bahwa seorang pemimpin
harus memiliki empat fungsi kepemimpinan, yakni sebagai perintis (pathfinding),
penyelaras (aligning), pemberdaya (empowering), dan panutan (modeling).
Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapatkan
perhatian yang serius adalah bisnis dan entrepreneurship. Padahal, latar
belakang dan sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT
adalah seorang pengusaha. Kewirausahaan tidak terjadi begitu saja tetapi
proses yang panjang dan dimulai sejak beliau usia 12 tahun sampai menjelang
menerima wahyu dari Allah SWT selama 25 tahun.
Muhammad SAW merupakan teladan yang baik dalam keluarga. Ia tidak
segan ataupun sungkan bahkan senantiasa berbagi pekerjaan rumah tangga
seperti mencuci pakaian, memerah susu kambing atau memperbaiki perabotan
rumah. Keteladanan beliau juga terpancar dalam membangun kemesraan dalam
kehidupan rumah tangga beserta anak-anaknya dan bahkan cucunya, seperti
contoh menggendong cucunya ke Masjid, bersenda-gurau dan membangun keakraban,
makan sepiring berdua dengan istri bahkan samapai mandi besama dengan istri,
dan sebagainya.
Fungsi
kenabian dan kerasulan yang diemban oleh Muhammad SAW yaitu berdakwah kepada
umat manusia yang mana dalam dakwah menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat
yang mulia agar dapat diterima apa yang disampaikan dapat diterima dan
diikuti oleh umat manusia. Sifat-sifat sebagai pemimpin dakwah sebagai
berikut: Disiplin wahyu, memberikan teladan, komunikasi yang baik, dekat
dengan umatnya, pengkaderan dan pedelegasian wewenang.
Sebagai
kepala pemerintahan Madinah, Muhammad SAW menggabungkan kepemimpinan politik
dan militer. Strategi politik yaitu beliau tidak membangun kerajaan melainkan
sebuah negara (state) dengan prinsip-prinsip baru yang berbeda dengan
tradisi yang ada pada waktu itu dan unsurnya membentuk warga sebagai power-base.
Muhammad SAW juga meletakkan dasar-dasar tatanan masyarakat yang islami dan
meletakkan dasar-dasar negara modern Madinah. Muhammad SAW telah cukup
berhasil dalam membentuk keimanan dan mental yang tangguh diantara para
pengikutnya. Hal ini perlu dilanjutkan dengan cara membentuk sebuah komunitas
yang islami dengan tatanan sosial yang lebih baik.
Adapun
untuk strategi politik lainnya mengubah nama Yasrib diubahnya dengan
Al-Madinah Al-Munawwarah (kota yang bercahaya). Langkah politik
selanjutnya yang beliau lakukan adalah membuat kesepakatan antara berbagai
faksi yang ada di Madinah. Kesepakatan itu dikenal dengan al-Shahifa
al-Madinah atau dalam istilah modernnya disebut dengan
piagam Madinah. Perjanjian ini dilakukan antara Muslim dengan non-Muslim yang
bertujuan untuk menciptakan suasana aman, damai dan tentram dengan mengatur
wilayah dalam satu arahan. Muhammad SAW pada zaman dulu sudah menggunakan
strategi pemerintahan yang ada pada saat ini, yaitu adanya utusan-utusan
diplomatik yang mana sekarang disebut duta besar. Pada dasarnya, strategi
yang dilakukan Muhammad SAW dalam berpolitik yaitu untuk menyiarkan agama
islam dan menciptakan budaya peradaban yang lebih baik dan dapat diterima
oleh semua umatnya dan tidak merugikan atau demi kebaikan semua.
Adapun dalam pendidikan metode dan teknik
pengajaran pada masa Muhammad SAW diantaranya learning conditioning, active
interaction, applied-learning method, scanning and leveling, discation and
feed-back, story-telling dan masih banyak lainnya.
|
|
B.
KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN
|
|
1.
Kelebihan
Adapun kelebihan yang terdapat
pada buku ini yaitu dalam memaparkan pengertian sangatlah teliti dan mudah
dipahami karena kalau pun meggunakan selain bahasa Indonesia misalkan Inggris
disitulah ada penjelasannya dan sebaliknya, jadi ada unsur pendidikan didalam
segi tulis dan baca. Menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami. Mengupas
sisi Muhammad dari apa jarang orang pandang dan bahkan sama sekali tidak
pernah. Dan cerdas dalam mengemasnya sehingga runtun dalam membacanya.
2.
Kekurangan
Tidak
adanya tulisan dengan bahasa Arab atau potongan ayat al-Qur’an didalamnya.
|