Thursday, 17 November 2011

LAPORAN WAWANCARA EVALUASI PENDIDIKAN


LAPORAN WAWANCARA EVALUASI PENDIDIKAN

A.    PENDAHULUAN
Dalam  dunia pendidikan peran guru sangat penting mengingat hal itu seorang pendidik harus memiliki berbagai kompetensi yang menunjang dalam proses belajar dalam mencapai tujuan. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai yaitu evaluasi pembelajaran yang merupakan bukan tugas seorang evaluator dalam manajemen sekolah saja tetapi juga seorang pendidik.
Pengertian dari evaluasi pendidikan itu sendiri yaitu kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.[1] Oleh karena itu, jika  seorang pendidik ingin mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami apa yang telah didapat selama proses belajar, maka cara yang digunakan yaitu dengan mengadakan evaluasi pendidikan. Dalam evaluasi mencakup dua kegiatan yaitu pengukuran dan penilaian.[2]
Sehubungan dengan matakuliah pengembangn evaluasi, mahasiswa diberi tugas wawancara kepada pendidik yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran. Dengan tujuan mahasiswa bisa langsung mengetahui proses evaluasi baik dari sisi persiapan, pelaksanaan dan penilaian  sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.
B.    HASIL WAWANCARA
Biodata Nara Sumber :
Nama                                : M. Nashokha, S. Ag
Mata Pelajaran                 : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Kelas                                 : XII
Satuan Pendidikan                        : Sekolah Menengah Atas
Nama Sekolah                  : MA Darul Amanah
Alamat                              : Kabunan Ngadiwarno PO BOX 03 Sukorejo Kendal Phon (0294) 452473 Jawa Tengah Kendal 51363
Pengalaman Mengajar      : Lebih dari 3 ( Tiga )Tahun
Waktu Wawancara           : Hari Minggu,Tanggal 24 Oktober 2011
Tempat                  : Selokaton Sukorejo Kendal

Adapun hasil wawancaranya sebagai berikut :
1.     Persiapan/perencanaan evaluasi yang akan dilakukan oleh Bapak M. Nashokha selaku guru di MA Darul Amanah sebelum melaksanakan evaluasi yaitu: pertama, pendidik/guru mempersiapkan soal-soal ujian atau menyusun daftar pertanyaan yang sesuai dengan materi yang telah disampaikan baik yang bersifat multiple choice maupun essay. Kedua, menyampaikan informasi kepada para peserta didik bahwa akan diadakan ulangan serta memberikan kisi-kisi. Ketiga, materi yang akan diujikan bersifat ulangan (test) baik terbuka maupun tertutup. Keempat, dikerjakan secara kolektif atau individu. Kelima, pemberian reward and punishment bagi peserta didik yang jujur atau tidak jujur dalam melaksanakan ujian.
2.     Macam-macam teknik evaluasi
Adapun teknik yang digunakan oleh yaitu: pertama, menggunakan test, baik itu yang sifatnya harian dan Ujian Tengah Semester (UTS). Kedua, yang digunakan menggunakan non test, yaitu dengan cara menanyakan secara langsung mengenai sejarah/mata pelajaran yang pernah diajarkan di dalam kelas, membentuk kelompok-kelompok kecil dalam satu kelas untuk mencari referensi di perpustakaan sesuai dengan tema masing-masing kelompok yang sudah dibagikan oleh pendidik dan kemudian didiskusikan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar/kelas dan peserta didik dievaluasi dari keaktifan dan kemandiriannya mengenai bahan yang telah dipelajarinya
3.     Contoh-contoh soal (terlampir)
4.     Kesulitan yang dihadapi seorang pendidik dalam melasanakan evaluasi.
Pertama, dari sekian banyak kelas yang diampu maka tentunya dalam evaluasi nantinya akan mengalami kesulitan yang mana belum tentu guru tersebut hafal semua peserta didik mana yang jujur dan mana yang tidak jujur tetapi tidak sedikit siswa yang memang jujur dalam menjawab soal. Adapun, Hal yang mendorong siswa untuk tidak jujur kebanyakan dari mereka adalah karena tidak percaya diri akan jawaban sendiri atau tidak yakin dengan kemampuannya sendiri. Kedua, banyak tulisan Arab yang kurang rapi sehingga terjadi kesulitan dalam mengoreksi. Ketiga, banyaknya peserta didik yang tidak mempunyai buku sebagai bahan belajar dan kurangnya minat terhadap sejarah. Adapun hasil dari ujian siswa diperiksa terlebih dahulu kemudian dikembalikan kepada peserta didik. Dengan tujuan agar siswa mengatahui kesalahan dan termotivasi untuk mempertahankan atau meningkatkannya.
C.    KESIMPULAN
Dari hasil wawancara yang saya lakukan, tekhnik evaluasi yang dilakukan masih bersifat konvensional dan tidak holistic, sehingga pola penilaian masih menekankan aspek kognitif dari pada afektif atau psikomotorik, padahal sebaiknya penerapan pada ranah kepemerintahan/kepemimpinan pada masa sekarang. Dan tekhnik evaluasi yang dilakukan dengan cara pengamatan setidaknya harus mampu memonitoring dan merekam aktifitas peserta didik setidaknya selama masih dalam sekolah sehingga perubahan sikap dapat diamati secara continue.

D.    SARAN
Setidaknya ada beberapa saran yang dapat disampaikan dalam laporan ini, diantaranya :
1.     Bagi Institusi Sekolah, Menambah personalia pendidik merupakan kebutuhan, sehingga tidak terjadi menumpuknya tanggung jawab satu pendidik yang harus mengajar dari kelas X-XII, karena hal ini akan menyulitkan pendidik dalam melakukan evaluasi khususnya dalam konteks pengamatan.
2.     Institusi sekolah juga menyediakan buku-buku sebagai landasan belajar, baik dari perpustakaan maupun buku yang sifatnya wajib dimiliki/dibeli peserta didik untuk menunjang pembelajaran.
3.     Intitusi sekolah harus bisa memberikan suasana kondusif dalam proses pembelajaran dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan peserta didik.
4.     Dan juga, perlu adanya komunikasi yang intensif terhadap wali murid, sehingga setelah peserta didik pulang sekolah, pengamatan dilakukan oleh orang tua masing-masing.
5.     Bagi Pendidik sendiri, pola evaluasi dengan pengamatan, tentunya membutuhkan banyak perangkat yang harus dipersiapkan, tidak cukup hanya dengan bertanya kepada peserta didik, oleh karena itu harus dipersiapkan instrument-instrument evaluasi yang lebih komprehensif yang memuat setidaknya indikator-indikator keberhasilan, metode, media dan lain sebagainya.
Nama  : Abdul Latif
Kelas   : KI_C
NIM    : 09470101
Tugas  : Pengembangan Evaluasi Pendidikan

A.    Contoh Soal  Uraian Singkat
Isilah titik-titik berikut ini dengan jawaban dengan tepat dan benar!
1.     Tanda-tanda kemunduran peradaban Islam telah terlihat pada abad ….
2.     Adapun saat runtuhnya peradaban Islam terjad pada abad ….
3.     Runtuhnya kekuasaan Islam di Andalusia ditandai dengan jatuhnya kota ….
4.     Bersatunya Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dapat menaklukan Granada. Ratu Isabella berasal dari kerajaan ….
5.     Faktor dasar penyebab runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia adalah ….
B.    Contoh Soal Esay Ranah Kognitif
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!
a)     Knowledge (pengetahuan)
1.     Sebutkan faktor kemunduran atau runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia?
2.     Apa yang anda ketahui tentang faktor internal runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia?
3.     Apa yang anda ketahui tentang faktor eksternal runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia?
b)     Comprehension (Pemahaman)
1.     Sebutkan 3 saja faktor-faktor internal runtuhnya Daulah Umayyah II di Andalusia?
2.     Sebutkan 3 saja faktor-faktor eksternal runtuhnya Daulah Umayyah II di Andalusia?
3.     Apa hikmah dari runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia?
c)     Aplication (Penerapan)
1.     Bagaimana cara anda menunjukan pemimpin/ulama’ yang bertanggung jawab? Kemukakan pendapat anda!
2.     Salah satu syarat menjadi pemimpin yaitu merasa sebagai abdi rakyat, Bagaimana cara anda menerapkannya?
3.     Bagaimana cara aplikasikan kecerdasan ketika anda menjadi pemimpin?
d)     Analysis (menguraikan)
1.     Mengapa para pemimpin/ulama’ pada masa Daulah Umayyah lebih mementingkan dunia? jelaskan!
2.     Mengapa Allah SWT. Mewajibkan orang Muslim untuk kehati-hatian agar selalu membentengi diri terhadap serangan musuh Krietiani? Jelaskan disertai firman Allah!
3.     Mengapa manusia mempunyai rasa keduniawian, jelaskan pendapat anda!
e)     Synthesis (memadukan bagian-bagian)
1.     Sebutkan fungsi persatuan dan kesatuan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari?
2.     Tuliskan dua gambaran hancurnya peradaban Islam di Andalusia?
3.     Menurut pendapat anda, apa hubungan antara runtuhnya peradaban islam di Andalusia dengan kemajuan bangsa Barat?
f)      Evaluation (Evaluasi)
1.     Tuliskan dan tafsirkan firman Allah yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 120, dan jelaskan maksudnya?
2.     Bagaimana seharusnya Islam dalam menjaga keutuhan peradaban? jelaskan pendapat anda!
3.     Ketika mendengar pemimpin yang bersifat diniawi/tamak dengan harta, apa tanggapan dan sikap anda terhadap hal itu?



Kunci Jawaban
A.    Jawaban uraian singkat!
1.     10
2.     12
3.     Granada
4.     Kastilia
5.     Hilangnya kesatuan dan persatuan umat Islam
B.    Jawaban Esay Ranah Kognitif!
1.     Knowledge (pengetahuan)
1.     Faktor internal dan faktor eksternal.
2.     Faktor internal runtuhnya Daulah Umayyah yaitu faktor yang disebabkan oleh umat Muslim itu sendiri atas kelalaiannya dalam pemerintahan.
3.     Faktor eksternal runtuhnya Daulah Umayyah yaitu faktor yang disebabkan oleh serangan dari luar kaum Muslimin.
2.     Comprehension (Pemahaman)
1.     Faktor internal, diantaranya:
a.      Hilangnya persatuan dan kesatuan kaum Muslimin.
b.     Kaum Muslimin lebih mementingkan dunia dari pada agama sehingga agama tertinggal.
c.      Adanya bermacam-macam mazdhab sehingga menimbulkan bid’ah.
2.     Faktor eksternal, diantaranya:
a.      Serangan dan pembantaian oleh Raja Ferdinand dan Ratu Esabela terhadap umat Islam.
b.     Bangkitnya semangat bangsa-bangsa Barat untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.      Mereka menemukan benua sebagai pusat perdagangan yang pada gilirannya dijadikan daerah jajahan.
3.     Hikmah dari runtuhnya Daulah Umayyah di Andalusia, yaitu:
a.      Menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat.
b.     Menyadari rendahnya kesadaran untuk bersatu.
c.      Pentingnya pengambilan sikap kebijakan yang tepat dan tidak menuruti obsesi terhadap jabatan.
3.     Aplication (Penerapan)
1.     Lebih mementingkan kepentingan dan kebutuhan rakyat dikarenakan pemimpin hanya sebatas wakil dari pada rakyat itu sendiri. Mengambil dan memutuskan kebijakan yang tepat sesuai dengan kepentingan bersama.
2.     Penerapannya dengan cara lebih mementingkan kepentingan rakyat dan selalu berpihak pada rakyat.
3.     Cara aplikasikan kecerdasan ketika menjadi pemimpin yaitu dengan cara memberikan kebebasan kepada rakyat untuk kreatif berfikir dan berkarya.
4.     Analysis (Analisis)
1.     Karena para pemimpin saat itu terbuai dengan keindahan dunia semata yang pada dasarnya kenikmatan sementara, seperti kedudukan sebagai pemimpin.
2.     Karena kaum Muslimin telah berkali-kali selalu ditipu oleh kaum Musyrikin yang sebenarnya kaum Muslimin sudah berbuat baik. Kaum Musyrikin menggunakan tipuan muslihat supaya bagaimana caranya kaum Muslimin bisa percaya dan pada akhirnya mengikuti mereka dalam kejerumusan.
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”(al-Baqarah:2:120)
3.     Karena manusia diciptakan memiliki  nafsu dan akal  yang digunakan untuk mengendalikan dirinya dari segala perbuatan yang dilarang Allah oleh karena itu sabar  dibutuhkan manusia sedangkan hewan tidak membutuhkan sabar karena hewan  tidak diberi akal tetapi naluri begitu juga malaikat diciptakan memang untuk selalu patuh, taat, bertasbih,tidak sombong dan menjalankan tugas sesuai dengan bidangnya.
4.     Synthesis ( sintesa)
1.     Dengan persatuan dan kesatuan maka tidak adanya kekerasan dengan kata lain terwujudnya perdamaian, bisa saling kerja sama dalam hal positif, akan tercapainya tujuan bersama secara efektif, efesian dan memuaskan,  dan akan terbentuknya kekuatan yang besar sehingga mampu menghadapi masalah secara bersama-sama.
2.     Gambaran umum hancurnya peradaban Islam di Andalusia yaitu:
a.      Gambaran rendahnya peradaban umat islam

No comments:

Post a Comment