Friday, 30 December 2011

Nabi Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager


Nama              : Abdul Latif
NIM                : 09470101

Judul               : Nabi Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager
Penulis            : Muhammad Syafii Antonio
Tebal               : 319 Halaman
Terbit              : Cetakan V, Desember 2007
Penerbit          : Tazkia Multimedia & ProLM Centre, Jakarta
A.    RESENSI
Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Buku ini merupakan buku yang luar biasa di dalam mengkaji perjalanan seorang leadership yang terdapat pada diri Muhammad SAW. Sangat penting bagi kita umat Muslim untuk tahu lebih dalam dan lebih jauh tentang Nabi Muhammad SAW, sehingga kita umat Muslim khususnya dapat meladaninya. Mengenal Muhammad SAW tidak hanya sebatas mengenal beliau sebagai pemimpin agama saja, melainkan secara keseluruhan dan holistic baik dimensi self development, sosial, politik, pendidikan, entrepreunership, kepemimpinan keluarga, atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, keluarga, dakwah, system hukum, pendidikan dan bahkan dari segi strategi militer.. Selain itu juga jangan memposisikan Muhammad SAW terlalu melangit, tinggi dan jauh. Sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya, menjadi asing bagi kita dan tidak bisa ditiru dan dijadikan suri tauladan karena seakan-akan adanya perbedaan dimensi. Maka dari itu, begitu pentingnya buku ini untuk lebih mengenal sosok Muhammad SAW dari segala aspek-aspek lainnya dan untuk lebih memahami beliau selain Rasul yaitu sebagai manusia biasa.
Bagi umat Muslim, cinta kepada Allah adalah suatu hal yang mutlak. Demikian juga halnya kecintaan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Bahkan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada keluarga dan diri sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Tiga perkara, apabila ketiga perkara itu ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman”. Hal ini berarti dengan mencintai dan meneladani Rasulullah maka kecintaan terhadap Allah dapat terwujud dan berbalas mendapat cinta dari Allah.
Self development merupakan dasar dari segala bentuk kepemimpinan yang terdapat pada diri Muhammad SAW yang harus dijadikan tauladan. Karena, pada intinya kemampuan diri dalam mengendalian hawa nafsu. Mengendalikan diri atau memimpin diri sendiri ternyata lebih sulit dibandingkan memimpin orang lain. Sebuah ungkapan mengatakan, “Anda tidak akan mampu memimpin orang lain jika anda tidak mampu memimpin diri sendiri.” Maka dari itu, pentingnya menegakkan disiplin atas diri sendiri. Hal ini menjadi sangat penting karena esensi dari leadership adalah mengenali (recognizing), menemukan (discorvering), dan mengidentifikasi diri yang sesungguhnya. Leadership adalah bagaimana seseorang mempunyai kebiasaan proaktif dan kreatif.
Adapun teori kepemimpinan yang dapat ditemukan pada diri Muhammad SAW. Misalnya, empat fungsi kepemimpinan (the 4 of leadership) yang dikembangkan oleh Stephen Covey. Konsep ini menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki empat fungsi kepemimpinan, yakni sebagai perintis (pathfinding), penyelaras (aligning), pemberdaya (empowering), dan panutan (modeling).
Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapatkan perhatian yang serius adalah bisnis dan entrepreneurship. Padahal, latar belakang dan sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah seorang pengusaha. Kewirausahaan tidak terjadi begitu saja tetapi proses yang panjang dan dimulai sejak beliau usia 12 tahun sampai menjelang menerima wahyu dari Allah SWT selama 25 tahun.
Muhammad SAW merupakan teladan yang baik dalam keluarga. Ia tidak segan ataupun sungkan bahkan senantiasa berbagi pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian, memerah susu kambing atau memperbaiki perabotan rumah. Keteladanan beliau juga terpancar dalam membangun kemesraan dalam kehidupan rumah tangga beserta anak-anaknya dan bahkan cucunya, seperti contoh menggendong cucunya ke Masjid, bersenda-gurau dan membangun keakraban, makan sepiring berdua dengan istri bahkan samapai mandi besama dengan istri, dan sebagainya.
Fungsi kenabian dan kerasulan yang diemban oleh Muhammad SAW yaitu berdakwah kepada umat manusia yang mana dalam dakwah menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat yang mulia agar dapat diterima apa yang disampaikan dapat diterima dan diikuti oleh umat manusia. Sifat-sifat sebagai pemimpin dakwah sebagai berikut: Disiplin wahyu, memberikan teladan, komunikasi yang baik, dekat dengan umatnya, pengkaderan dan pedelegasian wewenang.
Sebagai kepala pemerintahan Madinah, Muhammad SAW menggabungkan kepemimpinan politik dan militer. Strategi politik yaitu beliau tidak membangun kerajaan melainkan sebuah negara (state) dengan prinsip-prinsip baru yang berbeda dengan tradisi yang ada pada waktu itu dan unsurnya membentuk warga sebagai power-base. Muhammad SAW juga meletakkan dasar-dasar tatanan masyarakat yang islami dan meletakkan dasar-dasar negara modern Madinah. Muhammad SAW telah cukup berhasil dalam membentuk keimanan dan mental yang tangguh diantara para pengikutnya. Hal ini perlu dilanjutkan dengan cara membentuk sebuah komunitas yang islami dengan tatanan sosial yang lebih baik.
Adapun untuk strategi politik lainnya mengubah nama Yasrib diubahnya dengan Al-Madinah Al-Munawwarah (kota yang bercahaya). Langkah politik selanjutnya yang beliau lakukan adalah membuat kesepakatan antara berbagai faksi yang ada di Madinah. Kesepakatan itu dikenal dengan  al-Shahifa al-Madinah  atau dalam istilah modernnya disebut dengan piagam Madinah. Perjanjian ini dilakukan antara Muslim dengan non-Muslim yang bertujuan untuk menciptakan suasana aman, damai dan tentram dengan mengatur wilayah dalam satu arahan. Muhammad SAW pada zaman dulu sudah menggunakan strategi pemerintahan yang ada pada saat ini, yaitu adanya utusan-utusan diplomatik yang mana sekarang disebut duta besar. Pada dasarnya, strategi yang dilakukan Muhammad SAW dalam berpolitik yaitu untuk menyiarkan agama islam dan menciptakan budaya peradaban yang lebih baik dan dapat diterima oleh semua umatnya dan tidak merugikan atau demi kebaikan semua.
Adapun dalam pendidikan metode dan teknik pengajaran pada masa Muhammad SAW diantaranya learning conditioning, active interaction, applied-learning method, scanning and leveling, discation and feed-back, story-telling dan masih banyak lainnya.
B.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
1.     Kelebihan
Adapun kelebihan yang terdapat pada buku ini yaitu dalam memaparkan pengertian sangatlah teliti dan mudah dipahami karena kalau pun meggunakan selain bahasa Indonesia misalkan Inggris disitulah ada penjelasannya dan sebaliknya, jadi ada unsur pendidikan didalam segi tulis dan baca. Menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami. Mengupas sisi Muhammad dari apa jarang orang pandang dan bahkan sama sekali tidak pernah. Dan cerdas dalam mengemasnya sehingga runtun dalam membacanya.
2.     Kekurangan
Tidak adanya tulisan dengan bahasa Arab atau potongan ayat al-Qur’an didalamnya.

Wednesday, 28 December 2011

Seminar Nasional PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEWUJUDKAN KEDAMAIAN BERAGAMA


1. PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEWUJUDKAN KEDAMAIAN BERAGAMA (Mark Woodward, Assosiatate Profesor, Arizona State University)

a)     Pertanyaan tentang pesantren sebagai pusat kekerasan.
v Asumsi pesantren adalah pusat gerakan keras.
v Beberapa teroris asal dari latar belakang pesantren.
v Abu Bakar Ba’asyir dan PONPES al-Mukmin (Ngeruki).
v Jumlah pesantren di Indonesia +/- 17. 000.
v Kalau ada 1700 pusat kekerasan-keadaan budaya.

b)     Kenyataan dunia pesantren berbeda
v Latar belakang pesantren dan kyai dari latar belakang NU
v Inti pesantren dan NU => al-Qur’an dan kitab kuning
v Salah satu pelajaran tafsir yaitu pluralism tafsir.

c)     Pendidikan pesantren sebagai basic civic (sipil) pluralism
v Pluralisme => kata panas sekali
v Pengertian pluralisme kurang sempurna, kebingungan tentang tingkatan
v Prulasim “ kesamaan semua agama” dan ada interpretasi dalam gerakan pemikiran mistic seperti Ibn al-Arabi (1164-1240)
v Tafsir ini tidak diterima mayoritas pengikut agama manapun.

d)     Pluralism Sipil
v Semangat kerja sama umat beragama
v Semangat kedamaian sebagai prinsip dasar kehidupan masyarakat
v Fokus dunia
v Perjuangan untuk mengurangi kebencian.

e)     Masalah cuci otak NII dan gerakan keras lain
v Pengertian agama “exclusif”
v Dalil sangat sederhana dan sering keliru
v Pendidikan agama sebagai vaksin
v Bagaimana masyarakat mudah diserang => kelas menengah kebawahyang belum punya pendidikan yang luas.
2.     PENDIDIKAN AGAMA DAN KARIR MENEMUKAN GOD SPOT BAGI KEMANUSIAAN
(Abdul Munir Mulkan, Dosen Tarbiyah dan Keguruan)

ð Apakah pendidikan hanya sekedar mencari ilmu dengan setumpuk penghargaan dan ijazah atau agar bisa belajar hidup (lihat George R. Night, Issues and Alternatif in Education Philosophy).
ð Kekerasan => di mana pendidikan yang selama ini dilakukan/ dijalani (arti luas : pengajian dan khutbah).
ð Kontruksi teologi (kebatilan Vs kesalehan)
ð Iblis beranak dan tidak mati sampai hari kiamat sedangkan malaikat tidak, maka muncul pertanyaan dengan seperti itu kejahatan semakin banyak?
Akan tetapi apa demikianlah tafsir keyakinan Tauhid itu maknannya? Atau sebaliknya?
ð God spot (makrifat)
Dari sinilah karakter atau kepribadian ditumbuhkan bagi kebaikan semua orang sembari meneguhkan keyakinan iman dan pengabdian ibadah kepada Tuhan, inilah yang antara lain bisa dikembangkan.
















3.     REKONSTRUKSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN BERBASIS TOLERANSI
(Zuharini)
ð Indonesia adalah negara yang majemuk, baik dari segi etnis, bahasa, budaya, maupun agama.
ð Potensi toleransi yang sangat tinggi, jika dilihat dari realitas sosial kehidupan masyarakat
ð Ancaman intoleransi yang makin eskalatif pasca reformasi.
ð Barometer Toleransi dan Intoleransi
1.     Toleransi
v Hidup berdampingan secara damai dan kesamaan hak (Co-existence)
v Keterbukaan perihal pentingnya pada kelompok lainnya (awarness)
v Pengenalan terhadap terhadap kelompok lain sembari melakukan dialog (mutual learning)
v Pemahaman atas kelompok lain (understanding)
v Penghormatan, pengakuan dan memberikan kontribusi pada kelompok lain (respect)
v Penghargaan pada persamaan dan perbedaan, serta merayakan kemajemukan (value and celebration).
2.     Intoleransi
v Penolakan atas status dan akses yang sama terhadap kelompok lain (restraction)
v Pandangan yang menganggap kelompok lain lebih rendah (de-humanization)
v Pengabaian hak-hak sipil, politik dan ekonomi (opression)
v Penyerangan dan melakukan pembunuhan (act of agression)
v Pengorganisasian pembunuhan masal.

ð Temuan toleransi pada tahun 2010 terjadi 81 kasus dan itu lebih besar 30 persen dari tahun 2009. Untuk tahun 2011 bulan juni saja sudah terjadi +/- 71 kasus dan pasti jauh lebih banyak kasus yang akan terjadi bahkan bisa 100 persen meningkat dibandingkan tahun 2010.
ð Jogja paling sedikit dalaam intoleranya yaitu hanya 1 pada tahun 2010, dan yang tertinggi yaitu Jawa Barat (Bekasi).
ð Intoleran tertinggi dilakukan oleh FPI, MUI dan seterusnya.
ð Sasaran => kristen 34 kasus, Ahmadiyah 26 kasus, kelompok yang dicap sesat 11, dan lain-lain 10.

3.     Bagaimana peran pendidikan keagamaan
v Rekonstruksi sejarah keagamaan yang dapat menginspirasi toleransi (kurangnya pemahaman sejarah agama Islam)
v Rekonstruksi tafsir keagamaan yang toleran sebagai anti-tesa terhadap tafsir keagamaan-keagamaan yang toleran
v Rekonstruksi sikap keagamaan yang membangun harmoni dan gotong royong ditengah kebhinekaan
Rekonstruksi paham ke

Contoh Soal Evaluasi


A.    Contoh Soal Benar – Salah
Petunjuk: Bacalah masing – masing soal dibawah ini. Jika pernyataan benar berilah tanda silang pada huruf B. jika salah, berilah tanda silang pada huruf S.

1.     B – S Spanyol diduduki Islam pada masa Kholifah Al – Walid
2.     B – S Penguasa Spanyol yang berkuasa menjelang datanya Islam adalah Isabella
3.     B – S Pemimpin pasukan Islam yang diberi tugas untuk melakukan ekspedisi, perintis dan penyelidik di Andalusia adalah Thariq bin Ziad
4.     B – S Jasa Thariq bin Ziad diabadikan pada sebuah nama selat yang memisahkan Maroko dengan Eropa disebut Gilbartan
5.     B – S Seorang tokoh Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran pasukan Abbas sampaispanyol adalah Abdurrahman ad – Dakhil
6.     B – S Di bawah ini yang termasuk faktor pendukung tentara Islam menguasai Spanyol adalah pasukan Islam Pemberani
7.     B – S Periode kedua penguasa yang dikenal berjasa dalam menegakkan hukum adalah Hisayam II
8.     B – S Kekuasaan Islam di Spanyol berakhir pada tahun 1492 M
9.     B – S Dinasti yang terakhir yang berkuasa di Granada adalah Bani Umayyah II
10.  B – S Perbedaan sebutan Spanyol Islam periode I dan II adalah Periode I Kholifah sedangkan periode II Amir


B.    Contoh soal pilihan ganda/MC
Petunjuk: Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar a, b, c, atau c.

1.     Kekuasaan Islam Andausia dibagi atas 4 periode, periode pertama dikenal dengan periode …

a.      Wali – wali                       c. Kheifah
b.     Amir – amir                      d. Dinasti
2.     Pada periode pertama, kekuasaan Islam Andalusia terhadap Daulah Umayyah di Andalusia adalah …
a.      Negara bagian                   c. Empiral
b.     Daerah otonom                 d. Daerah provinsi
3.     Daerah kekuasaan Daulah Umayyah II mencapai wilayah kepulauan Kreta, wilayah ini merupakan bagian dari negara …
a.      Italia                                  c. Yugoslavia
b.     Portugal                            d. Yunani
4.     Salah satu peninggalan Islam di Granada adalah bangunan istana yang sangat megah, istana itu bernama …
a.      Al – Cazar                         c. Al – Munis
b.     Al – Hamra                       d. Zun – Zun
5.     Kota Sevilla setelah kependudukan Islam diubah namanyamenjadi …
a.      As - Sybhihy                     c. As - Syaifilia
b.     Isebila                               d. As – Syufiyah

C.    Contoh soal menjodohkan
Petunjuk: jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B.

Bagian A                                                                           Bagian B

1.     … Filsuf besar Islam dengan karyanya Bidayah al – Mujtahid
2.     … Filsuf besar Islam dengan karyanya Hayy Ibn Yaqzan
3.     … Ahli bahasa masa Daulah Muwahidun
4.     … Ahli kesehatan dan sebagai menteri
5.     … Tokoh ulama pertama dalam jajahan Arab spanyol
6.     … Orang pertama yang menemukan kaca dari batu
7.     … Perumus filsuf sejarah dengan karyanya al – Muqaddimah
8.     … Ahli dalam obat – obatan.



a.      Abu Bakar bin Zahr
b.     Ibnu Khaldun
c.      Ahmad Ibnu Abbas
d.     Al – Farabi
e.      Ibnu Bajjah
f.      Ibnu Mulkun Abu Ishaq Ibrahim bin Abdul Malik
g.     Ibnu Rusy
h.     Ibnu Thufail
i.       Ibnu Sina
j.       Abbas bin Farnad







KUNCI JAWABAN
A.    Kunci jawaban Benar – Salah
1.     B (al – Walid)
2.     S (Witiza)
3.     S (Thariq Bin Malik)
4.     B (Gilbartan)
5.     B (Abdurrahman ad – Dakhil)
6.     S (secara politis Spanyol terpecah belah)
7.     B (Hisayam II)
8.     B (1492 M)
9.     S (Bani Ahmar)
10.  S (Periode I Wali sedangkan periode II Amir)
B.    Kunci jawaban pilihan ganda/MC
1.     A
2.     B
3.     D
4.     B
5.     C
C.    Kunci jawaban menjodohkan
1.     G (Ibnu Rusy)                                                                         5. E (Ibnu Bajjah)
2.     H (Ibnu Thufail)                                                                     6. J (Abbas bin Farnad)
3.     F (Ibnu Mulkun Abu Ishaq Ibrahim bin Abdul Malik)          7. B (Ibnu Khaldun)
4.     A (Abu Bakar bin Zahr)                                                         8. C (Ahmad Ibnu Abbas)