SOAL KESEHATA MENTAL DALAM
PSIKOLOGI ISLAM
A.
Soal
Pilihan Ganda
1. Menurut
Djumhana Bastaman mengemukakan, bahwa kesehatan mental mempunyai empat pola, KECUALI.
a. Pola
simtomatis c. Pola penyesuaian diri
b. Pola
agama d. Pola kemandirian
2. Atkinson
menyatakan pada prinsipnya manusia dilahirkan dalam kondisi sehat (normalitas
kejiwaan).
a. Kesejahteraan
emosional kejiwaan c.
Kesejahteraan kesadaran
b. Kesejahteraan
pengetahuan d.
Kesejahteraan sensasional
3. Di
dalam tanda-tanda kesehatan mental terdapat yang namanya sakinah”. Apa maksud dari “sakinah”?
a. Tempat
tinggal atau rumah c.
Tidak bergerak atau statis
b. Ketenangan d.
Meninggalkan permusuhan/peperangan
4. Apa
yang dimaksud dari thuma’ninah yang
merupakan bagian dari tanda-tanda kesehatan mental, KECUALI?
a. Ketetapan
kalbu c.
Ketetapan pangan
b. Ketetapan
ilmu d.
Ketenangan keyakinan dan keimanan
5. Perasaan
cinta (al-mahabbah) merupakan wujud
dari kesehatan mental. Apa arti al-mahabbah
menurut Ibnu Qoyyim?
a. Menjaga
dan menahan d. Nafsu
b. Motivasi
e. Harapan
6. Kepuasan
batin tidak hanya dikarenakan terpenuhinya materi, melainkan lebih dari itu
yaitu kebutuhan yang sifatnya meta-material (kebutuhan spiritual), kebutuhab
taraf dar meliputi (Abraham Maslow)?
a. Penghargaan c.
Fisik
b. Rasa
aman d.
Cinta dan dan ikut memiliki (sosial)
7. Apa
tujuan mempelajari kesehatan mental?
a. Memahami
makna dan faktor-faktor penyebabnya c.
Bebas dari gangguan
b. Memiliki
kekuatan spiritual d.
Menghilangkan
8. Metode
perolehan dan pemeliharan kesehatan mental dalam Islam ada tiga, KECUALI?
a. Metode
imaniah c.
Metode Ihsaniah
b. Metode
Jamiliyah d. Metode Islamiah
9. Keimanan
yang direlisasikan secara benar akan membentuk kepribadian mukmin yang mulia,
apa karakter yang terdapat dalam keimanan?
a. Karakter
hewani c.
Karakter insani
b. Karakter
mementingkan masa depan (hari akhir) d. Karakter surgawi
10. Islam
secara etimologi memiliki tiga makna, KECUALI?
a. Perdamaian c.
Keamanan
b. Keselamatan d.
Kekuatan
B.
Menjodohkan
A B
1. Rasa
aman a.
Muraqabah
2. Kepercayaan b.
Mukasyafah
3. Mengetahui c.
Mujahadah
4. Ketundukan d.
al-Salm
5. Keselamatan e.
al-Aman
6. Perdamaian
dan keamanan f.
al-Amanah
7. Membuat
perhitungan g.
al-‘Alim
8. Mawas
diri dari perbuatan maksiat h.
al-Silm
9. Menghukum
diri karena keburukan i.
al-Muhasabah
10. Berusaha
menjadi baik j.
al-Salamah
k.
al-Mua’atabah
l.
al-Mua’qabah
C.
Soal
Essay
1. Definisi
kesehatan mental sangatlah beragam, hal itu berdasarkan
konsepsi-konsepsi empirik. Dari keberagaman itu coba Anda
definisikan kesehatan mental dalam Psikologi Islam?
2. Sebutkan prinsip-prinsip dalam kesehatan mental, minimal lima (5)?
3. Tanda-tanda kesehatan mental dalam Psikologi Islam dan juga sebagai
prinsip diantaranya memadahi (al-kifayah)
dalam beraktifitas dan menerima keberadaan dirinya dan orang lain. Jelaskan
dari kedua tanda-tanda tersebut!
4. Apa
yang dimaksud dengan kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan),
kesehatan mental sebagai ilmu pengetahuan,
dan kesehatan mental sebagai terapi.
Jelaskan!
5. Metode
perolehan dan pemeliharaan kesehatan mental setidaknya ada tiga pola, yaitu
metode imaniah, islamiah, dan ihsaniah. Dari ketiga metode tersebut, silahkan
Anda jelaskan!
KUNCI JAWABAN
A.
Pilihan
Ganda
1. D
6. A
2. A
7.
A
3. C
8.
B
4. C
9.
B
5. A 10.
D
B.
Menjodohkan
1. E 6.
D
2. F 7.
I
3. G 8.
A
4. H 9.
B
5. J 10.
C
C.
Essey
1. Terwujudnya keserasian secara
sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri
antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan
dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di
dunia dan akhirat.
2.
Prinsip
kesehatan mental merupakan dasar yang harus ditegakkan orang dalam dirinya
untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik serta terhindar dari gangguan
kejiwaan. Prinsip-prinsip tersebut yaitu:
a.
Gambaran
dan sikap yang baik terhadap diri sendiri,
b.
Keterpaduan
antara integrasi diri,
c.
Perwujudan
diri (aktualisasi diri),
d.
Berkemampuan
menerima orang lain,
e.
Berminat
dalam tugas dan pekerjaan,
f.
Agama,
cita-cita, dan falsafah hidup,
g.
Pengawasan
diri,
dan
h.
Rasa
benar dan tanggung jawab.
3. Memadahi dalam beraktifitas, maksudnya yairu seseorang yang
mengenal akan potensi dirinya, keterampilan, dan kedudukan secara baik, maka ia
dapat bekerja dengan baik pula, dan hal itu merupakan tanda dari kesehatan
mental.
Menerima keberadaan dirinya dan
keberadaan orang lain, maksudnya seseorang yang menerima diri sendiri, baik berkaitan dengan
fisik, kedudukan, potensi, maupun kemampuannya, karena keadaan tersebut
meruapakan anugrah dari Allah SWT. Adapun anugrah itu sendiri terbagai
menjadidua, yaitu anugrah yang bersifat alami dan anugrah yang dapat
diusahakan.
4.
Para
ahli kesehatan mental telah sepakat bahwa kedudukan kesehatan mental dapat
digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu:
a.
Kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan)
Kedudukan
kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan) mengacu kepada pengertian kesehatan
mental seperti terhindar gangguan kejiwaan (neurosis)
dan penyakit kejiwaan (psychoses) .
b.
Kesehatan
mental sebagai ilmu pengetahuan
Sebagai
cabang ilmu psikologi, kesehatan mental bertujuan untuk mengembangkan semua
potensi yang ada pada manusia seoptimal mungkin, serta memanfaatkan
sebaik-baiknya agar terhindar dari gangguan dan penyakit kejiwaan.
c.
Kesehatan
mental sebagai terapi
Kesehatan
mental sebagai ilmu jiwa terapan, mengkaji, dan mengembangkan teknik-teknik
konseling dan terapi kejiwaan.
5.
Metode imaniah
merupakan metode yang berdasarkan rasa aman dan kepercayaan. Orang yang beriman
berarti jiwanya merasa tenang dan sikapnya penuh dengan keyakinan dalam menghadapi
semua problematika kehidupan. Adapun rasa aman dan keyakinan tersebut dapat
diperoleh dengan cara mempercayai sesuatu yang gaib, memiliki kekuatan dan
kekuasan melebihi dirinya, dan dianggap dapat mempengaruhi dan mengendalikan
kehidupan jiwa manusia. Dia adalah Tuhan alam semesta.
Metode islamiah merupakan cara
untuk mendapatkan ketenangan, kedamaian dan keselamatan jiwa dengan cara
mematuhi, tunduk dan penyerahan diri dengan sepenuh hati terhadap hokum-hukum
Allah SWT. Adapun wujud nyata dari kepetuhan baik perilaku ruhani maupun
jasmani dapat dicontohkan, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
Metode ihsaniah merupakan
metode usaha untuk memperbaiki kualitas perilaku. Kualitas tersebut dicapai
melalui upaya pendekatan kepada Allah SWT. sehingga dalam gerak-geriknya
tingkah lakunya seakan-akan melihat Allah. Apabila ia tidak mampu melihat-Nya
maka sesungguhnya Dia telah melihatnya.
No comments:
Post a Comment