Saturday, 14 April 2012

SOAL KESEHATA MENTAL DALAM PSIKOLOGI ISLAM


SOAL KESEHATA MENTAL DALAM PSIKOLOGI ISLAM

A.    Soal Pilihan Ganda
1.      Menurut Djumhana Bastaman mengemukakan, bahwa kesehatan mental mempunyai empat pola, KECUALI.
a.       Pola simtomatis                                         c. Pola penyesuaian diri
b.      Pola agama                                                d. Pola kemandirian
2.      Atkinson menyatakan pada prinsipnya manusia dilahirkan dalam kondisi sehat (normalitas kejiwaan).
a.       Kesejahteraan emosional kejiwaan           c. Kesejahteraan kesadaran
b.      Kesejahteraan pengetahuan                      d. Kesejahteraan sensasional
3.      Di dalam tanda-tanda kesehatan mental terdapat yang namanya sakinah”. Apa maksud dari “sakinah”?
a.       Tempat tinggal atau rumah                       c. Tidak bergerak atau statis
b.      Ketenangan                                               d. Meninggalkan permusuhan/peperangan
4.      Apa yang dimaksud dari thuma’ninah yang merupakan bagian dari tanda-tanda kesehatan mental, KECUALI?
a.       Ketetapan kalbu                                        c. Ketetapan pangan
b.      Ketetapan ilmu                                          d. Ketenangan keyakinan dan keimanan
5.      Perasaan cinta (al-mahabbah) merupakan wujud dari kesehatan mental. Apa arti al-mahabbah menurut Ibnu Qoyyim?
a.       Menjaga dan menahan                              d. Nafsu
b.      Motivasi                                                    e. Harapan
6.      Kepuasan batin tidak hanya dikarenakan terpenuhinya materi, melainkan lebih dari itu yaitu kebutuhan yang sifatnya meta-material (kebutuhan spiritual), kebutuhab taraf dar meliputi (Abraham Maslow)?
a.       Penghargaan                                              c. Fisik
b.      Rasa aman                                                 d. Cinta dan dan ikut memiliki (sosial)
7.      Apa tujuan mempelajari kesehatan mental?
a.       Memahami makna dan faktor-faktor penyebabnya          c. Bebas dari gangguan          
b.      Memiliki kekuatan spiritual                                               d. Menghilangkan
8.      Metode perolehan dan pemeliharan kesehatan mental dalam Islam ada tiga, KECUALI?
a.       Metode imaniah                                        c. Metode Ihsaniah
b.      Metode Jamiliyah                                      d. Metode Islamiah
9.      Keimanan yang direlisasikan secara benar akan membentuk kepribadian mukmin yang mulia, apa karakter yang terdapat dalam keimanan?
a.       Karakter hewani                                                                c. Karakter insani
b.      Karakter mementingkan masa depan (hari akhir)             d. Karakter surgawi
10.  Islam secara etimologi memiliki tiga makna, KECUALI?
a.       Perdamaian                                               c. Keamanan
b.      Keselamatan                                              d. Kekuatan


B.     Menjodohkan
           A                                                                            B
1.      Rasa aman                                                       a. Muraqabah
2.      Kepercayaan                                                   b. Mukasyafah
3.      Mengetahui                                                     c. Mujahadah
4.      Ketundukan                                                    d. al-Salm
5.      Keselamatan                                                    e. al-Aman
6.      Perdamaian dan keamanan                             f. al-Amanah
7.      Membuat perhitungan                                     g. al-‘Alim
8.      Mawas diri dari perbuatan maksiat                 h. al-Silm
9.      Menghukum diri karena keburukan                i. al-Muhasabah
10.  Berusaha menjadi baik                                    j. al-Salamah
k. al-Mua’atabah
l. al-Mua’qabah

C.    Soal Essay
1.      Definisi kesehatan mental sangatlah beragam, hal itu berdasarkan konsepsi-konsepsi empirik. Dari keberagaman itu coba Anda definisikan kesehatan mental dalam Psikologi Islam?
2.      Sebutkan prinsip-prinsip dalam kesehatan mental, minimal lima (5)?
3.      Tanda-tanda kesehatan mental dalam Psikologi Islam dan juga sebagai prinsip diantaranya memadahi (al-kifayah) dalam beraktifitas dan menerima keberadaan dirinya dan orang lain. Jelaskan dari kedua tanda-tanda tersebut!
4.      Apa yang dimaksud dengan kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan), kesehatan mental sebagai ilmu pengetahuan, dan kesehatan mental sebagai terapi. Jelaskan!
5.      Metode perolehan dan pemeliharaan kesehatan mental setidaknya ada tiga pola, yaitu metode imaniah, islamiah, dan ihsaniah. Dari ketiga metode tersebut, silahkan Anda jelaskan!

KUNCI JAWABAN

A.    Pilihan Ganda
1.      D         6. A
2.      A         7. A
3.      C         8. B
4.      C         9. B
5.      A         10. D
B.     Menjodohkan
1.      E         6. D
2.      F          7. I
3.      G         8. A
4.      H         9. B
5.      J          10. C
C.    Essey
1.      Terwujudnya keserasian secara sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat.
2.      Prinsip kesehatan mental merupakan dasar yang harus ditegakkan orang dalam dirinya untuk mendapatkan kesehatan mental yang baik serta terhindar dari gangguan kejiwaan. Prinsip-prinsip tersebut yaitu:
a.       Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri,
b.      Keterpaduan antara integrasi diri,
c.       Perwujudan diri (aktualisasi diri),
d.      Berkemampuan menerima orang lain,
e.       Berminat dalam tugas dan pekerjaan,
f.       Agama, cita-cita, dan falsafah hidup,
g.      Pengawasan diri, dan
h.      Rasa benar dan tanggung jawab.
3.      Memadahi dalam beraktifitas, maksudnya yairu seseorang yang mengenal akan potensi dirinya, keterampilan, dan kedudukan secara baik, maka ia dapat bekerja dengan baik pula, dan hal itu merupakan tanda dari kesehatan mental.
Menerima keberadaan dirinya dan keberadaan orang lain, maksudnya seseorang yang menerima diri sendiri, baik berkaitan dengan fisik, kedudukan, potensi, maupun kemampuannya, karena keadaan tersebut meruapakan anugrah dari Allah SWT. Adapun anugrah itu sendiri terbagai menjadidua, yaitu anugrah yang bersifat alami dan anugrah yang dapat diusahakan.
4.      Para ahli kesehatan mental telah sepakat bahwa kedudukan kesehatan mental dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu:
a.       Kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan)
Kedudukan kesehatan mental sebagai kondisi (keadaan) mengacu kepada pengertian kesehatan mental seperti terhindar gangguan kejiwaan (neurosis) dan penyakit kejiwaan (psychoses) .
b.      Kesehatan mental sebagai ilmu pengetahuan
Sebagai cabang ilmu psikologi, kesehatan mental bertujuan untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada manusia seoptimal mungkin, serta memanfaatkan sebaik-baiknya agar terhindar dari gangguan dan penyakit kejiwaan.
c.       Kesehatan mental sebagai terapi
Kesehatan mental sebagai ilmu jiwa terapan, mengkaji, dan mengembangkan teknik-teknik konseling dan terapi kejiwaan.
5.      Metode imaniah merupakan metode yang berdasarkan rasa aman dan kepercayaan. Orang yang beriman berarti jiwanya merasa tenang dan sikapnya penuh dengan keyakinan dalam menghadapi semua problematika kehidupan. Adapun rasa aman dan keyakinan tersebut dapat diperoleh dengan cara mempercayai sesuatu yang gaib, memiliki kekuatan dan kekuasan melebihi dirinya, dan dianggap dapat mempengaruhi dan mengendalikan kehidupan jiwa manusia. Dia adalah Tuhan alam semesta.
Metode islamiah merupakan cara untuk mendapatkan ketenangan, kedamaian dan keselamatan jiwa dengan cara mematuhi, tunduk dan penyerahan diri dengan sepenuh hati terhadap hokum-hukum Allah SWT. Adapun wujud nyata dari kepetuhan baik perilaku ruhani maupun jasmani dapat dicontohkan, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
Metode ihsaniah merupakan metode usaha untuk memperbaiki kualitas perilaku. Kualitas tersebut dicapai melalui upaya pendekatan kepada Allah SWT. sehingga dalam gerak-geriknya tingkah lakunya seakan-akan melihat Allah. Apabila ia tidak mampu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia telah melihatnya.

No comments:

Post a Comment