1. PENDIDIKAN PESANTREN DALAM
MEWUJUDKAN KEDAMAIAN BERAGAMA (Mark
Woodward, Assosiatate Profesor, Arizona State University)
a)
Pertanyaan tentang pesantren sebagai pusat kekerasan.
v Asumsi pesantren
adalah pusat gerakan keras.
v Beberapa teroris
asal dari latar belakang pesantren.
v Abu Bakar Ba’asyir
dan PONPES al-Mukmin (Ngeruki).
v Jumlah pesantren di
Indonesia +/- 17. 000.
v Kalau ada 1700
pusat kekerasan-keadaan budaya.
b)
Kenyataan dunia pesantren berbeda
v Latar belakang
pesantren dan kyai dari latar belakang NU
v Inti pesantren dan
NU => al-Qur’an dan kitab kuning
v Salah satu
pelajaran tafsir yaitu pluralism tafsir.
c)
Pendidikan pesantren sebagai basic civic (sipil)
pluralism
v Pluralisme =>
kata panas sekali
v Pengertian
pluralisme kurang sempurna, kebingungan tentang tingkatan
v Prulasim “ kesamaan
semua agama” dan ada interpretasi dalam gerakan pemikiran mistic seperti Ibn
al-Arabi (1164-1240)
v Tafsir ini tidak
diterima mayoritas pengikut agama manapun.
d)
Pluralism Sipil
v Semangat kerja sama
umat beragama
v Semangat kedamaian
sebagai prinsip dasar kehidupan masyarakat
v Fokus dunia
v Perjuangan untuk
mengurangi kebencian.
e)
Masalah cuci otak NII dan gerakan keras lain
v Pengertian agama
“exclusif”
v Dalil sangat
sederhana dan sering keliru
v Pendidikan agama
sebagai vaksin
v Bagaimana
masyarakat mudah diserang => kelas menengah kebawahyang belum punya
pendidikan yang luas.
2.
PENDIDIKAN AGAMA DAN KARIR
MENEMUKAN GOD SPOT BAGI KEMANUSIAAN
(Abdul
Munir Mulkan, Dosen Tarbiyah dan Keguruan)
ð Apakah pendidikan
hanya sekedar mencari ilmu dengan setumpuk penghargaan dan ijazah atau agar bisa belajar hidup (lihat George R. Night,
Issues and Alternatif in Education Philosophy).
ð Kekerasan => di
mana pendidikan yang selama ini dilakukan/ dijalani (arti luas : pengajian dan
khutbah).
ð Kontruksi teologi
(kebatilan Vs kesalehan)
ð Iblis beranak dan
tidak mati sampai hari kiamat sedangkan malaikat tidak, maka muncul pertanyaan
dengan seperti itu kejahatan semakin banyak?
Akan
tetapi apa demikianlah tafsir keyakinan Tauhid itu maknannya? Atau sebaliknya?
ð God spot (makrifat)
Dari
sinilah karakter atau kepribadian ditumbuhkan bagi kebaikan semua orang sembari
meneguhkan keyakinan iman dan pengabdian ibadah kepada Tuhan, inilah yang
antara lain bisa dikembangkan.
3.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN
KEAGAMAAN BERBASIS TOLERANSI
(Zuharini)
ð Indonesia adalah
negara yang majemuk, baik dari segi etnis, bahasa, budaya, maupun agama.
ð Potensi toleransi
yang sangat tinggi, jika dilihat dari realitas sosial kehidupan masyarakat
ð Ancaman intoleransi
yang makin eskalatif pasca reformasi.
ð Barometer Toleransi
dan Intoleransi
1.
Toleransi
v Hidup berdampingan
secara damai dan kesamaan hak (Co-existence)
v Keterbukaan perihal
pentingnya pada kelompok lainnya (awarness)
v Pengenalan terhadap
terhadap kelompok lain sembari melakukan dialog (mutual learning)
v Pemahaman atas
kelompok lain (understanding)
v Penghormatan,
pengakuan dan memberikan kontribusi pada kelompok lain (respect)
v Penghargaan pada
persamaan dan perbedaan, serta merayakan kemajemukan (value and celebration).
2.
Intoleransi
v Penolakan atas
status dan akses yang sama terhadap kelompok lain (restraction)
v Pandangan yang
menganggap kelompok lain lebih rendah (de-humanization)
v Pengabaian hak-hak
sipil, politik dan ekonomi (opression)
v Penyerangan dan
melakukan pembunuhan (act of agression)
v Pengorganisasian
pembunuhan masal.
ð Temuan toleransi
pada tahun 2010 terjadi 81 kasus dan itu lebih besar 30 persen dari tahun 2009.
Untuk tahun 2011 bulan juni saja sudah terjadi +/- 71 kasus dan pasti jauh
lebih banyak kasus yang akan terjadi bahkan bisa 100 persen meningkat
dibandingkan tahun 2010.
ð Jogja paling
sedikit dalaam intoleranya yaitu hanya 1 pada tahun 2010, dan yang tertinggi
yaitu Jawa Barat (Bekasi).
ð Intoleran tertinggi
dilakukan oleh FPI, MUI dan seterusnya.
ð Sasaran =>
kristen 34 kasus, Ahmadiyah 26 kasus, kelompok yang dicap sesat 11, dan
lain-lain 10.
3.
Bagaimana peran pendidikan keagamaan
v Rekonstruksi
sejarah keagamaan yang dapat menginspirasi toleransi (kurangnya pemahaman
sejarah agama Islam)
v Rekonstruksi tafsir
keagamaan yang toleran sebagai anti-tesa terhadap tafsir keagamaan-keagamaan
yang toleran
v Rekonstruksi sikap
keagamaan yang membangun harmoni dan gotong royong ditengah kebhinekaan
Rekonstruksi paham ke
No comments:
Post a Comment