KEPEMIMPINAN SEKOLAH TRANSFORMATIF
Judul Buku : Kepemimpinan Sekolah
Transformatif
Penulis : Dr. Raihani
Cetakan : Juni 2011
Penertbit : LKiS Yogyakarta
Tebal Buku : 358 halaman; 14,5 x 21 cm
|
A. Resensi
Berbicara
mengenai pendidikan di Indonesia tidak bisa lepas dari yang namanya sejarah
pendidikan itu sendiri, artinya pendidikan di Indonesia mengalami perubahan
yang dramatis dan radikal dalam berbagai aspek yang mana khususnya sejak
reformasi politik tahun 1998. Pertama, pada aspek manajemen, perubahan tersebut
dimulai dengan terbitnya Undang – Undang Otonomi Daerah (Otda) No. 22 Tahun
1999. Dari Undang – Undang tersebut muncullah gagasan yang berbasis masyarakat
atau community based education yang kemudian dienjewantahkan lebih jauh
dalam level sekolah dengan program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang
kemudian melahirkan salah satu elemen yang disebut dengan Komite Sekolah.
Adapun MBS itu sendiri memberikan
kewenangan dan tanggung jawab lebih besar untuk mengelola aspek –aspek
pendidikan, termasuk keuangan, kepegawaian dan tenaga pengajar kurikulum dan
sebagainya. Adapun perkembang posotif atas gagasan tersebut bisa dilihat dari
beberapa hal, diantaranya: keikutsertaan masyarakat dalam proses pendidikan,
pemahaman dan pengetahuan akan peran masing – masing stakeholder
pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Kedua, pada aspek
program pendidikan dan pengajaran atau kurikulum, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
proses dan produk pengembangan kurikulum dilakukan dan ditandai dengan
terbitnya Kurikulum 2004 yang berbasis pendekatan kompetensi yang mana
merupakan cikal – bakal dari Kurikulum Tingkatan Satuan Pendidikan (KTSP) yang
secara resmi dipergunakan di sekolah – sekolah tahun 2006. Secara konseptual,
kurikulum baru ini menggunakan pendekatan yang lebih humanis, berorientasi pada
siswa (student-oriented) dan berbasis pada kompetensi – kompetensi yang
ingin dicapai. Tantangan yang sering dijumpai ketika konsep ini akan
dilaksanakan di lapangan adalah sumber daya manusia, budaya serta sarana dan
prasarana. Selain faktor darai dalam, tantangan datangnya dari luar juga
diantaranya pendidikan global. Perkembangan pengetahuan dan teknologi dunia
juga gerakan marketisasi pendidikan menambah berat tantangan dunia pendidikan
Indonesia.
No comments:
Post a Comment